Sebenernya udah lama mau posting tentang ini, tapi belum kesampaian juga. Hahaha. Sekarang saatnya! Pumpung mau-maunya Natal 


Mereka bukan anak-anak biasa. Kenapa?
1. Mereka rela bangun pagi-pagi, mandi (brrr) untuk melayani misa.
2. Setiap hari minggu, dimana anak-anak lain menonton doraemon, film kartun, dan sebagainya, mereka harus datang ke gereja dengan semangat latian (meskipun kadang ngantuk-ngantuk).
3. Mereka harus siap kapanpun saat mereka misa, untuk menggantikan misdinar yang nggak bisa datang.
4. Setiap mau misa besar, mencari sela-sela waktu setelah sekolah di sore hari untuk latihan dalam beberapa jam.
Kalau latian capek? Jelas. Dimarah-marahi? Jelas. Bosen? Jelas. Tapi mereka masih bertahan. Kenapa? Karena panggilan itu akan abadi dan melekat di hati. Secapek apapun, ya seneng-seneng aja, apalagi kalo ketemu sama temen-temen yang lain. Nggak sedikit juga orang tua yang bilang anaknya jadi berubah sejak masuk misdinar. Padahal yang tua-tua juga cuma ngajarin gimana melayani misa. Yah, mendidik juga sih sedikit-sedikit. Tapi mereka berubah pasti dari diri mereka sendiri, yang bisa lebih dewasa dengan jadi misdinar. :)

Wahhh... sebentar lagi Natal! Semangat melayani ya temen-temen misdinar! Jadilah pelayan yang selalu setiaaaa... :D
Hahaha, aku jadi kangen misdinar lagi :'), tapi sudah waktunya generasi baru, tugas kuliah juga padat. Fuhh~
Kalo umur ga nambah-nambah, pasti pingin trus :p
"meski jatuh, jalan terus.. :)"
from Adinda
for misdinar SS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar